PANGKALPINANG -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yamowa'a Harefa ingin emosional personelnya lebih matang. Sehingga personel Pol PP bisa menyikapi perkembangan situasi di lapangan secara bijak.
Salah satu strategi Kasatpol PP Yamowa'a yakni, mengikutsertakan personel Pol PP dalam kegiatan pembinaan psikologi. Sebanyak 200 personel mengikuti kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Satpol PP Babel, Selasa (3/4/2018) lalu.
"Pembinaan psikologi ini bertujuan agar emotional spiritual quotient (ESQ) personel lebih matang," tegas Kasatpol PP Yamowa'a.
Personel Pol PP sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dikarenakan peserta cukup banyak, Kasatpol PP Yamowa'a meminta agar personel yang mengikuti kegiatan ini dibagi menjadi dua regu.
Regu pertama menjalani pembinaan di luar ruangan, sedangkan pembinaan regu lainnya di dalam ruangan. Kasatpol PP Yamowa'a menilai kegiatan ini penting bagi personel, sehingga mampu mengawal kemajuan pembangunan di Bangka Belitung.
Bertindak sebagai pemateri David Yuliandri, Analis Kepegawaian Muda Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Materi yang disampaikan bertujuan melatih personel mendengarkan komando.
Menurut David, personel Pol PP harus mampu mendengarkan informasi dengan jelas. Hal tersebut penting, pasalnya sangat diperlukan untuk dapat mengkomunikasikan informasi secara baik.
Selain mengkomunikasi informasi untuk orang lain, kata David, personel terlebih dahulu harus mampu mengkomunikasikan informasi kepada diri sendiri. Ini berguna supaya personel dapat menterjemahkan perintah dengan baik.
"Pembinaan ini juga bertujuan meningkatkan konsentrasi personel untuk mengindari kesalahan persepsi. Sebab personel Pol PP menjalani tugas cukup berat," tandasnya.